"Ketika belum berhasil akan berusaha lebih keras, bersyukur, bersabar, tidak ada orang sukses yang tidak berani mengambil resiko. Kegagalan anak tangga menuju kesuksesan. Inovasi, tidak ada orang yang sukses tanpa inovasi," ujar pria berusia 53 tahun ini.
Menurutnya, bimbingan teknis (Bimtek) digital marketing menjadi sebuah awal dari inovasi dan semangat kolaborasi untuk menuntut ilmu.
"Bimtek digital marketing ini bagian dari inovasi semangat kolaborasi. Saya memulai usaha dari tiga orang karyawan, saat itu di-PHK jual berlian istri saya. Alhamdulillah setelah dikembangkan 25 tahun bisa mengembangkan karyawan 30 ribu karyawan," tuturnya.
Sementara itu Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh Muhammad Bisri mengungkapkan, pasca memasarkan produk kreasi santri dengan platform digital marketing keuntungan berlipat mulai didapat.
Salah satunya saat kreasi produk penjualan bunga anggrek yang awalnya dijual secara konvensional, mulai dijual online melalui platform media sosial.
"Sekarang sudah pakai medsos, sudah mulai laris, sudah menghasilkan uang, artinya kreativitas dari mas menteri kita ikut kreatif sekarang," jelasnya.
Dari hal tersebut, maka Bisri mendorong santrinya menguasai dan bisa belajar digital marketing secara dini.
Supaya bisa meningkatkan taraf kesejahteraan para santri, serta mendidik santri agar bisa mandiri.
"Senang sekali ada digital marketing ini supaya para santri mengenal sejak dini, biar nanti nggak buta digital marketing, sangat penting. Kami punya produk nggak laku-laku karena nggak ngerti digital Marketing, konvensional, sekarang sudah pakai medsos, sudah mulai laris, sudah menghasilkan uang," tukasnya.
(Taufik Fajar)