Selain potensi wisata, Menteri Basuki juga mengatakan Pulau Nias memiliki potensi produksi buah kelapa sehingga diharapkan dengan meningkatnya akses konektivitas jalan juga dapat mendorong produksi dan distribusi hasil perkebunan untuk dapat bersaing dengan daerah lain.
"Tadi kita juga sudah mengecek jalan dari Lahewa sampai ke Afulu, tahun ini sudah proses lelang sepanjang 14 km. Ruas ini merupakan bagian dari sirip jalan di Pulau Nias yang menuju ke Gunung Sitoli sehingga membantu produksi dan distribusi hasil perkebunan dan lainnya," ujar Menteri Basuki.
Penanganan Jalan Lahewa-Afulu-Bts. Nias Barat dan Jalan Ononazara-Humene-Shene’asi dengan total panjang 14,7 km di Nias Utara akan dilaksanakan pada tahun 2022-2023 sebesar Rp63 miliar. Pada tahun 2022 di Nias Utara juga akan dilakukan rehabilitasi Jembatan Gantung Mozai Orahili sepanjang 84 meter dengan anggaran Rp1,86 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)