Menurutnya kebijakan penggunaan aplikasi MyPertamina pada BBM Pertalite, tidak tepat dan tidak berdasar, karena bukan BBM bersubsidi, serta sangat tidak efisien dan akan mempersulit masyarakat yang berpendidikan rendah.
"Setidaknya sebesar 20% di Indonesia dengan pendidikan minim," tuturnya.
Masyarakat berhak untuk mendapatkan BBM bersubsidi baik Premium RON 88 maupun Solar, karena transportasi Publik di Indonesia belum terkoneksi dengan baik dari point ke point, serta tidak terjadwal dan tarifnya mahal.
"Sehingga, semua masyarakat masih harus menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor agar bisa mempercepat perjalanan serta menepatkan waktu sesuai dengan kebutuhannya dan menekan biaya transportasi," pungkasnya.
(Taufik Fajar)