JAKARTA - Pelaku UMKM merupakan salah satu pelaku ekonomi yang terimbas dampak pandemi Covid-19. Namun seiring dengan keberhasilan pemerintah menekan angka kasus Covid-19, kini aktivitas masyarakat dan perputaran ekonomi Indonesia kian berangsur normal bahkan terlihat meningkat.
Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Survei Kajian Cepat Dampak Pandemi Covid-19 yang dilakukan pada 1 – 20 Mei 2020 menemukan hal itu. Data survei dari 679 responden menunjukkan bahwa 94,69 persen usaha mengalami penurunan penjualan.
Berdasarkan skala usaha, penurunan penjualan lebih dari 75 persen dialami oleh usaha ultra-mikro, 43,3 persen usaha mikro, 40 persen usaha kecil, dan 45,83 persen usaha menengah.
Para pelaku UMKM ingin memanfaatkan kondisi pemulihan ekonomi saat ini untuk beranjak bangkit. Oleh sebab itu, Pemerintah bersama-sama sejumlah pihak, termasuk perbankan, turut mengupayakan hal itu. Dengan upaya menciptakan beragam program untuk menggairahkan kembali sektor UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia.
Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah sektor bisnis UMKM di Indonesia pada 2021 mencapai 64,19 juta dengan partisipasi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,97 persen atau senilai Rp8,6 triliun.
Guna mendukung Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan pangsa pasar mereka, BRI kembali menghadirkan Pesta Rakyat Simpedes (PRS) 2022 yang dipersembahkan oleh Tabungan BRI Simpedes. Gelaran acara ini merupakan kegiatan tahunan yang akan segera dimulai pada Jumat (24/6/2022).