Meskipun beban meningkat, Cimory tetap mampu membukukan kenaikan laba kotor sebesar 79,07 persen yoy menjadi Rp1,35 triliun dan laba usaha naik 49,88 persen menjadi Rp697,45 miliar.
Pada periode ini, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp581,11 miliar, naik 59,43 persen dibandingkan dengan laba bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp364,48 miliar.
Akhir Juni, CMRY mencatat kenaikan total aset menjadi Rp5,87 triliun, dari Rp5,60 triliun pada akhir 2021.
Jumlah liabilitas perseroan naik dari Rp906,84 miliar di akhir 2021 menjadi Rp1,09 triliun pada akhir Maret 2022. Total ekuitas perseroan berada di angka Rp4,77 triliun, dari Rp4,69 triliun pada akhir 2021.
(Taufik Fajar)