JAKARTA - PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) berhasil memangkas kerugian perseroan pada semester I 2022. Dalam enam bulan pertama tahun ini, rugi periode berjalan PORT tercatat sebesar Rp 2,50 miliar atau turun 68,44% dari sebelumnya Rp 7,93 miliar.
Penurunan rugi ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan perseroan sebesar 5,24% menjadi Rp 552,40 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 524,88 miliar.
Pendapatan jasa stevedoring atau bongkar muat dari kapal ke dermaga tercatat sebesar Rp 329,37 miliar, jasa storage yard menyumbang sebesar Rp 164,49 miliar, servis pemeliharaan sebesar Rp 22,45 miliar, dan pendapatan barging services sebesar Rp 10,86 miliar.
Kemudian, pendapatan operasi terminal tercatat sebesar Rp 4,76 miliar, segmen sewa alat menyumbang sebesar Rp 1,50 miliar dan pendapatan lainnya sebesar Rp 18,95 miliar.
Di samping itu, beban operasional tercatat turun sebesar 3,85% menjadi Rp 5,79 miliar dari sebelumnya Rp 6,02 miliar. Sedangkan beban lainnya naik menjadi Rp 39,58 miliar.
Di semester I ini, total nilai aset PORT sebesar Rp 1,86 triliun atau naik tipis 0,39% dari Rp 1,85 triliun pada akhir tahun lalu. Sementara itu, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp 1,02 triliun dan ekuitas sebesar Rp 846,14 miliar.
Tahun ini, PORT menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 10 miliar, yang akan digunakan untuk peremajaan truk operasional di dalam terminal.
Untuk memastikan kinerja bisnis perseroan tetap berjalan baik, perseroan menjalankan beberapa strategi antara lain, memastikan rantai pasok suku cadang tetap aman untuk mendukung peningkatan produktivitas alat, mengembangkan pelatihan internal berbasis daring, serta meningkatkan produktivitas dan mengurangi pemborosan biaya.
(Taufik Fajar)