JAKARTA - Presiden Jokowi, Menteri ESDM dan Dirut Pertamina mengatakan bahwa harga BBM jenis Pertalite seharusnya Rp17.100 bukan Rp7.650 per liter. Namun fakta tersebut dikesampingkan supaya daya beli masyarakat tetap terjaga.
Alhasil gelontoran subsidi BBM pun sangat besar hingga menjadi beban APBN. Di mana alokasinya mencapai Rp502 triliun.
Baca Juga: Antrean Panjang di SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kuota Pertalite Menipis
Okezone pun merangkum fakta-fakta menarik terkait harga Pertalite yang seharusnya Rp17.100 per liter, Senin (15/8/2022):
1. Kata Dirut Pertamina
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan, harga Pertalite dijual jauh di bawah harga keekonomian. Harga Pertalite saat ini dijual sebesar Rp7.650 per liter padahal seharusnya dijual Rp17.200 per liter (harga keekonomian pada Juli 2022).
Baca Juga: Kuota Pertalite Menipis, Masyarakat Diminta Hemat BBM
Dengan begitu, dari penjualan Pertalite saja ada selisih sebesar Rp9.550 per liter. Hal ini tentu menjadi beban untuk Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) karena Pertalite masuk kategori BBM subsidi.
Nicke Widyawati memastikan pemerintah masih menahan harga BBM khususnya Pertamax. Padahal harga keekonomian BBM dan LPG terus naik lantaran tingginya harga minyak dunia yang mencapai USD100 per barel.