“Komposisi perolehan proyek tersebut terdiri dari induk sebesar 70,18% dan anak usaha sebesar 29,82%,” kata Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (18/8/2022).
Berdasarkan lini bisnis perusahaannya, komposisi perolehan kontrak baru perusahaan terdiri dari lini bisnis jasa konstruksi seperti pekerjaan infrastruktur dan pekerjaan sipil, gedung, jalan tol, serta jembatan sebesar 62%, EPC sebesar 8%, anak usaha sebesar 30%.
“Adapun jasa konstruksi tersebut didominasi oleh pekerjaan infrastruktur dan pekerjaan sipil sebesar 50%, gedung sebesar 39%, serta jalan tol dan jembatan sebesar 11%,” lanjut Bakhtiyar.
Hingga Juni 2022, PTPP telah menyerap belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1,89 triliun atau tumbuh 115% secara tahunan, dibandingkan penyerapan tahun 2021 sebesar Rp 882 miliar.
(Taufik Fajar)