Usai KB Bukopin, IFC Bidik Sektor Potensial Salurkan Kredit USD2 Miliar

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 30 Agustus 2022 17:13 WIB
IFC beri sinyal salurkan kredit ke Indonesia. (Foto: MPI)
Share :

JAKARTA - lnternational Finance Corporation (lFC), salah satu entitas yang terafiliasi dengan World Bank ini memberikan sinyal untuk kembali memberikan pembiayaan di berbagai sektor Indonesia senilai hampir USD2 miliar.

Kepala Region Asia IFC, Asif Mustaqim mengatakan, melihat potensi yang besar di Indonesia, IFC kemungkinan akan meningkatkan pinjamannya dalam berbagai sektor di Indonesia.

"Kami berencana meningkatkan pembiayaan di Indonesia di berbagai sektor semoga bisa sampai menyentuh USD2 miliar,” kata Asif kepada awak media usai Peresmian Sosial Bond KB Bukopin di Hotel Langham Jakarta, Selasa (30/8/2022).

 BACA JUGA:Makin Kredible! Setelah Raih idAAA dari 2 Pemeringkat, KB Bukopin Dapat Kucuran Dana Pinjaman USD300 Juta dari IFC World Bank

IFC memang bukan pertama kalinya memberikan fasilitas pinjaman serupa. Sebelumnya, IFC memberikan kepada OCBC NISP dalam bentuk green bond.

Maka saat ini, IFC berkomitmen memberikan pinjaman senilai total USD300 juta atau setara Rp4,41 triliun kepada PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP). (Kurs Rp14.713 per USD)

Pinjaman itu mencakup penerbitan obligasi sosial pertama oleh bank swasta di Indonesia.

Obligasi sosial tersebut akan sepenuhnya didedikasikan untuk mendanai inisiatif sosial yang berfokus pada penanganan dampak sosial ekonomi akibat Covid-19 dan pembiayaan di segmen sosial seperti UMKM, perumahan yang terjangkau, perawatan kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.

Pinjaman dari obligasi sosial tersebut sejalan dengan program yang sedang disosialisasikan oleh pemerintah terkait keuangan berkelanjutan (sustainable finance) yang merupakan salah satu topik dari isu 6 prioritas di bidang keuangan yang diangkat pada Presidensi G20 Indonesia.

Adapun Direktur Utama Bank KB Bukopin Woo Yeul Lee menambahkan, pinjaman ini dinilai sangat penting untuk membantu pertumbuhan perekonomian nasional, mengingat efek pandemi Covid-19 yang telah dirasakan memberi dampak besar dalam upaya Indonesia untuk mengurangi kemiskinan dan mencapai tujuan pembangunan nasional.

Maka, pinjaman yang bertujuan untuk menyalurkan kredit yang ditujukan kepada debitur yang bergerak pada sektor lingkungan dan sosial yang terkena dampak pandemi Covid-19 ini diharapkan dapat menggerakkan kembali perekonomian nasional untuk pulih lebih cepat.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya