Dia menyebut, penjualan rig tersebut berdampak pada berkurangnya aset milik perseroan. Sementara itu pada semester I-2022, perseroan mampu membukukan pendapatan sebesar USD46,73 juta atau melesat 107,57% dibanding periode sama tahun lalu USD22,51 juta. Kenaikan pendapatan itu diikuti dengan meningkatnya beban langsung dari USD13,05 juta menjadi USD34,96 juta.
Sehingga, perseroan membukukan laba kotor sebesar USD11,77 juta pada semester I-2022 dibanding sebelumnya USD9,46 juta. Dengan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD2,15 juta pada semester satu tahun ini atau meningkat 16,94% dibanding periode sama tahun lalu USD1,83 juta.
Pada bulan Maret 2022, perseroan telah berhasil melaksanakan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement melalui mekanisme konversi obligasi wajib konversi (OWK) Tranche 1 menjadi saham APEX. Harga pelaksanaan private placement tersebut sebesar Rp1.846,63 per saham, dengan tanggal pencatatan saham pada 31 Maret 2022.
"Total jumlah saham tambahan sebanyak 136.954.997 saham, dengan pemilik saham tambahan adalah HSBC Bank PLC," ujar direksi Apexindo.
Dengan selesainya aksi korporasi tersebut, modal ditempatkan dan disetor perseroan bertambah dari 2.659.850.000 saham, menjadi 2.796.804.997 saham.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)