Erick menilai langkah ini harus diambil karena Indonesia harus menyiapkan diri menghadapi perubahan dinamika global.
"Jadi pengurangan subsidi BBM dilakukan pemerintah supaya tadi, Proyek Strategi Nasional bisa berjalan untuk pembukaan lapangan pekerjaan, dan juga untuk masa depan negara kita, yang tidak mungkin dalam situasi global saat ini kita tidak menyiapkan diri," tutur dia.
Pertumbuhan makro Indonesia pada semester II/2022 mencapai 5 persen, lanjut Erick, harus dipertahankan atau didorong. Polanya dengan memperluas lapangan kerja baru. Cara ini bisa dilakukan apabila sejumlah mega proyek pemerintah bisa direalisasikan dengan baik.
(Feby Novalius)