Erick Thohir Setuju Subsidi BBM Rp502 Triliun Dialokasikan untuk Infrastruktur

Suparjo Ramalan, Jurnalis
Rabu 07 September 2022 20:13 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/KBUMN)
Share :

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai besarnya anggaran subsidi BBM tahun ini hampir mendekati jumlah anggaran infrastruktur selama 5 tahun terakhir. Padahal dampak subsidi BBM pada masyarakat sangat sedikit karena dinikmati orang mampu.

Anggaran insfrastruktur selama 5 tahun terakhir mencapai Rp754 triliun. Sementara, anggaran yang disuntik negara untuk subsidi BBM dalam satu tahun menyentuh angka Rp502 triliun.

Baca Juga: Subsidi BBM Dikurangi, Erick Thohir: Untuk Masa Depan Negara Kita

Erick menilai ada perbedaan signifikan dari alokasi anggaran untuk infrastruktur strategis dan rogram subsidi BBM. Jika dihitung secara matematika, tentu negara mengeluarkan porsi anggaran jauh lebih besar untuk subsidi BBM.

"Kalau kita lihat kemarin rapat di Istana Bogor, Ibu Sri Mulyani memaparkan selama 5 tahun investasi pemerintah untuk Proyek Strategis Basional itu Rp754 triliun, datanya silakan minta ke Ibu Sri Mulyani. Pembangunan tol, airport, dan macem-macem, bendungan air untuk irigasi Rp754 triliun, subsidi (BBM) satu tahun Rp502 triliun," ungkap Erick, Rabu (7/9/2022).

Baca Juga: Erick Thohir Beberkan Bukti Subsidi BBM Dinikmati Orang-Orang Mampu

Erick menilai nominal dana yang digelontorkan untuk BBM menunjukkan adanya keberpihakan dan kehadiran pemerintahan terhadap masyarakat. Namun di lain sisi, pemerintah juga mengharuskan masyarakat melakukan migrasi dari BBM ke jenis energi lainnya.

Dorongan ini sejalan dengan pemangkasan subsidi BBM yang dilakukan negara. Anggaran pengurangan subsidi BBM nantinya dialokasikan untuk sejumlah Proyek Strategi Nasional, pendidikan, dan program kesejahteraan rakyat.

Erick menilai langkah ini harus diambil karena Indonesia harus menyiapkan diri menghadapi perubahan dinamika global.

"Jadi pengurangan subsidi BBM dilakukan pemerintah supaya tadi, Proyek Strategi Nasional bisa berjalan untuk pembukaan lapangan pekerjaan, dan juga untuk masa depan negara kita, yang tidak mungkin dalam situasi global saat ini kita tidak menyiapkan diri," tutur dia.

Pertumbuhan makro Indonesia pada semester II/2022 mencapai 5 persen, lanjut Erick, harus dipertahankan atau didorong. Polanya dengan memperluas lapangan kerja baru. Cara ini bisa dilakukan apabila sejumlah mega proyek pemerintah bisa direalisasikan dengan baik.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya