Dalam hal penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), hingga semester I 2022, DPK BRI tercatat tumbuh 3,7% menjadi Rp1.136,98 triliun. Dana murah atau CASA menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK BRI, di mana secara tahunan meningkat sebesar 13,38%. Apabila dirinci, giro tercatat tumbuh 25,63% dan tabungan tumbuh 8,32%.
Secara umum saat ini proporsi CASA BRI tercatat 65,12%, meningkat signifikan dibandingkan dengan CASA pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar 59,56%
Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno memperkirakan sampai dengan akhir 2022 kredit BRI akan tumbuh 9% hingga 11%.
"Kami estimasikan sampai dengan akhir tahun ini dengan melihat perkembangan situasi perekonomian terakhir, kami percaya masih bisa tumbuh BRI Group 9-11%. Tentunya driver pertumbuhan masih akan berasal dari segmen mikro dan ultra mikro yang mungkin tumbuh sedikit lebih tinggi dari total growth yang kita sampaikan proyeksinya 9-11%," ujar Vivi.
Sedangkan untuk marjin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM), Vivi memperkirakan NIM emiten berkode saham BBRI itu akan berada di kisaran 7,7% hingga 7,9%. Di sisi lain, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) diprediksi akan berada di kisaran 2,8% hingga 3%.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)