Perseroan berkomitmen untuk terus meningkatkan produksi batu bara, yang mulai membuahkan hasil pada peningkatan laba bersih menjadi USD32,19 juta pada H1-2022, atau meningkat 735,49% dibandingkan dengan USD3,85 juta pada semester I 2021. Laba bersih naik 335,55% dari USD3,63 juta pada kuartal II 2021 menjadi USD15,80 juta pada kuartal II 2022.
Hary menambahkan, IATA juga menargetkan untuk mengungguli pencapaian ini di H2-22.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, Kamis (8/9/2022), laba bersih IATA juga tumbuh secara signifikan dari negatif USD1,70 juta menjadi positif USD32,19 juta.
Hal ini terutama disebabkan oleh permintaan tinggi untuk sumber daya energi seperti batu bara sebagai akibat dari negara-negara yang bergantung pada minyak dan gas berebut untuk mencari alternatif setelah mengalami kesulitan dalam mengamankan pasokan.
Dibandingkan dengan semester yang sama pada tahun 2021, pendapatan usaha meningkat tajam sebesar 254,36% atau USD84,50 juta pada semester I 2022 dari USD23,85 juta semester I 2021. Kenaikan juga dapat dilihat dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, dari USD13,63 juta di kuartal II 2021 menjadi USD44,11 juta di kuartal II 2022 atau sebesar 223,61%.
(Zuhirna Wulan Dilla)