Realisasi Capex Sampoerna Agro (SGRO) Capai Rp162 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Senin 19 September 2022 12:04 WIB
Realisasi capex SGRO (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTAPT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) menganggarkan capital expenditure (capex) Rp400-600 miliar pada tahun ini. Direktur Keuangan SGRO Heri Harjanto menjelaskan, anggaran capex tahun ini lebih besar dari tahun 2021.

”Kita ketahui 2020, 2021 karena ada pengaruh pandemi memang beberapa kegiatan itu agak tertunda. Kita akan coba start di tahun 2022 ini,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Maka lihat alokasinya itu sebagian besar di punya fix aset sekitar 52% tapi juga 48% di plantation aset. Termasuk sebagai program perseroan untuk memperbaiki infrastruktur di kebun karena kita ketahui supply chain logistik sangat memegang peranan penting dalam bisnis ini.

Menurut dia, realisasi capex semester I ini sekitar Rp162 miliar dan sebagian besar 70% untuk capex di plantation asset.“Kita harapkan kita dapat catch up di semester kedua ini sehingga kita ketahui capex ini sangat penting,” jelasnya.

Direktur Utama SGRO, Budi Setiawan Halim menyebutkan, dengan kondisi curah hujan yang sangat baik di dalam dua tahun terakhir pihaknya melihat untuk tahun depan produksi akan lebih baik dibandingkan tahun 2022.

“Sedangkan sedikit gambaran untuk tahun 2022, kita melihat bahwa memang di awal tahun cuaca sempat kurang bagus curah hujan sangat tinggi. Akan tetapi di semester kedua ini kami melihat bahwa produksi akan mencapai peak-nya sehingga hasil panen akan jauh lebih tinggi dibandingkan semester I,” papar Budi.

Perseroan, lanjutnya, bisa estimasi sampai dengan akhir tahun ini nanti untuk full year produksi CPO tahun 2022 ini akan bertumbuh di kisar 4-5% dibandingkan tahun 2021 yang lalu. Perusahaan pun optimistis, hal tersebut terealisasi karena kondisi cuaca di semester II-2022 membaik.

Disampaikan Budi, di tahun ini, kondisi cuaca di awal tahun sempat kurang bagus karena curah hujan sangat tinggi. “Namun di semester II 2022 produksi akan mencapai puncaknya sehingga hasil panen jauh lebih tinggi dibandingkan semester I 2021,” jelasnya.

Perseroan membukukan total penjualan Rp2,6 triliun pada semester I-2022, atau sedikit menurun 2% yoy dari semester I-2021/ Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan dari CPO, penyumbang pendapatan terbesar. Pendapatan dari CPO turun 6% yoy akibat volume penjualan CPO yang lebih rendah. Di sisi lain, pada inti sawit (PK) mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 32% yoy, ditopang oleh penguatan harga rata-rata PK.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya