Hasil itu mendongkrak laba per saham yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ke level Rp66, sedangkan di akhir Juni 2021 berada di level Rp55.
Laba itu diperoleh setelah membukukan penjualan yang tumbuh 17% menjadi Rp2,305 triliun, yang ditopang ekspor sebesar Rp1,458 triliun, atau tumbuh 8,8% dibanding semester pertama 2021 yang tercatat sebesar Rp1,339 triliun. Sedangkan penjualan untuk pasar dalam negeri tumbuh 34,4% menjadi Rp847,47 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)