JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah relatif terbatas untuk rebound pada perdagangan Senin (26/9/2022). Secara teknikal, indikator menunjukkan oversold & closing di atas support line.
Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan, IHSG masih dalam trend Bullish selama berada di atas 7.148. Pada penutupan Jumat (23/9), IHSG closing di bawah 5 day MA. Menurut Andri, selama berada di atas support 7.148, IHSG masih berpeluang bullish.
“Level resistance pada perdagangan Senin (26/9) berada di level 7.195/7.229/7.253/7.309 dan support di level 7.148/7.116/7.073/7.015. IHSG diproyeksikan bergerak dengan perkiraan range range 7.130 - 7.230,” tulis Andri dalam risetnya.
Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, indeks bursa regional Asia Pasifik melemah pada Jumat (23/9). Bahkan, All Ordinaries dan Kospi Composite Index melemah signifikan sebesar masing-masing 1,92% dan 1,81%. Maxi menyebut, pelemahan ini mengikuti pergerakan bursa Amerika Serikat (AS) pada malam sebelumnya.
Adapun indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 1,62%. Begitu pula dengan S&P 500 yang turun 1,72%. Sementara itu, indeks Nasdaq terkoreksi 1,80%. Kenaikan suku bunga dan gejolak mata uang meningkatkan kekhawatiran akan adanya resesi global. Bersamaan Bursa Eropa turun signifikan, di mana FTSE 100 dan CAC 40 masing-masing melemah 1,97% dan 2,28%.