Usai PHK Massal, Bagaimana Kinerja Indosat (ISAT)?

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Rabu 28 September 2022 12:23 WIB
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
Share :

"Sementara itu, ISAT melalui anak perusahaan BDx, bersama dengan Lintasarta telah membentuk JV untuk memanfaatkan hyperscale data center, mendapatkan momentum dari pesatnya permintaan cloud dan digitalisasi korporat," ucapnya.

Dia juga merekomendasikan beli saham ISAT dengan katalis sinergi dan ekspansi hyperscale data center yang dilakukan. KB Valbury Sekuritas merekomendasikan beli dengan target price (TP) Rp8.000 per saham.

Sementara itu, RHB Sekuritas mengatakan tetap positif terhadap prospek emiten telekomunikasi itu, karena ISAT telah menaikkan harga paket datanya sebesar 7-9%.

Serta RHB Sekuritas juga berharap setelah merger, ISAT memiliki basis pelanggan yang lebih kuat untuk dua brand ini, yang akan menjadi dorongan besar bagi bisnis seluler.

"Kami masih mengharapkan pendapatan data menjadi pendorong pertumbuhan utama bagi ISAT, dengan pendapatan data mencapai 79% dari total pendapatan," tulis RHB Sekuritas.

Diketahui, RHB Sekuritas memperkirakan, ISAT akan mampu mencetak pendapatan bersih sebesar Rp44,3 triliun di akhir 2022, dengan laba bersih Rp3,1 triliun.

Di mana RHB Sekuritas merekomendasikan untuk beli saham ISAT, dengan target price (TP) di Rp8.200 per saham.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya