Sementara dari faktor eksternal, dolar naik pada perdagangan hari ini setelah seorang pejabat tinggi Federal Reserve memperingatkan bahwa bank sentral AS belum mengakhiri siklus kenaikan suku bunganya.
"Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan bahwa siklus pengetatan kebijakan AS 'Masih dalam masa-masa awal' dan memperingatkan secara eksplisit agar tidak bertaruh pada 'poros' awal," tukas Ibrahim.
Di samping itu, dia memprediksi untuk perdagangan besok, Jumat (7/10/2022) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.170 - Rp15.230.
(Zuhirna Wulan Dilla)