JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku tidak tahu mengenai percakapan Presiden FIFA, Gianni Ifantino bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang datang ke Jakarta pada hari ini, Selasa (18/10/2022).
Dia mengaku kalau hanya menjalankan tugas yang diperintahkan Jokowi untuk menjemput Presiden FIFA.
Kemudian, Erick menyebut kedekatan dengan Gianni yang sudah terjalin sejak dia menjabat sebagai Presiden Inter Milan menjadi alasan dirinya diminta untuk menjemput dan mengantarkan ke Istana Negara.
BACA JUGA:Resmikan Indonesia Water Fund, Erick Thohir: Hanya 23% Warga RI Dapat Air Bersih
"Semalam, saya diminta Presiden Joko Widodo untuk menjemput Gianni Ifantino, dan mengantarkan ke Istana untuk kemudian bertemu empat mata dengan Bapak Presiden. Setelah itu, saya mengantarkan Gianni ke hotel tempatnya menginap," ujarnya di Jakarta, Selasa, (18/10/2022).
Dia menambahkan bahwa sama sekali tidak mengetahui apa isi pembicaraan antara Jokowi dan Gianni karena tidak ikut dalam pertemuan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut.
"Namun, jika mengacu dari surat Presiden Jokowi ke FIFA yang saya antar langsung ke Gianni, lalu respon FIFA atas peristiwa di Kanjuruhan, serta keterangan pers setelah keduanya bertemu, yang pasti upaya FIFA untuk mendukung transformasi sepakbola di Indonesia menjadi topik utama. Mari kita sama-sama berharap, pertemuan bersejarah tersebut akan membawa perbaikan menyeluruh bagi sepakbola nasional," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)