"Ini adalah langkah awal yang baik. Saya berpikir bahwa hubungan kedua negara ini harus kita tingkatkan dalam perspektif ekonomi dan khususnya investasi,” kata Bahlil dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (28/10/2022).
Terkait dengan isu perdagangan karbon, Menteri Investasi Inggris Lord Dominic Johnson menyatakan bahwa pemerintah Inggris akan dengan senang hati menjajaki peluang bagi kedua negara terkait kerja sama di bidang perdagangan karbon.
Hal ini akan didiskusikan lebih lanjut olehnya saat melakukan kunjungan ke Indonesia pada kegiatan B20 di Bali bulan November mendatang.
"Tentunya kami harap ke depan juga dapat menjalin kerja sama yang lebih menguntungkan dan saling membutuhkan satu sama lain,” kata Johnson.
Sebelumnya Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan alotnya kesepakatan untuk penetapan harga karbon trading. Sebab menurut bahlil saat ini sistem perdagangan karbon antara negara maju dan berkembang masih terjadi ketimpangan, terutama dari sisi harga.
Bahlil menginginkan, harga karbon yang ada di negara berkembang maupun negara maju mempunyai harga yang adil.
Hal tersebut menjadi cukup potensial untuk negara berkembang karena masih mempunyai area hutan yang tergolong luas.
(Zuhirna Wulan Dilla)