JAKARTA - Kementerian Perekonomian (Kemenko) menyampaikan kesempatan Indonesia untuk keluar dari middle income trap (terjebak di tingkat pendapatan menengah) hanya sampai tahun 2035.
Dikutip Antara, Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede, mengatakan alasannya bahwa keunggulan bonus demografi atau jumlah penduduk berusia produktif di Indonesia hanya sampai tahun 2035.
Sehingga dia meminta semua pihak untuk memaksimalkan peluang keunggulan bonus demografi ini sebaik-baiknya di sisa tahun yang ada.
BACA JUGA:Krisis Ekonomi di Tahun Politik, Apa yang Terjadi?
“Kalau kita tidak bisa keluar dari middle income trap dalam 12- 14 tahun ke depan, maka sebetulnya kita akan kehilangan kesempatan itu. Kita harus manfaatkan itu,” kata Raden dikutip Senin (31/10/2022).
Dia pun memaparkan berbagai upaya yang dapat ditempuh oleh Indonesia untuk memaksimalkan bonus demografi, seperti yang berhasil dilakukan oleh beberapa negara Asia Timur, seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan hingga Tiongkok.
Dia menyampaikan, pertama, menciptakan lapangan kerja yang berkualitas dan produktif melalui industrialisasi dan servisifikasi, dimana kualitas industri dan jasa harus dibarengi dengan perkembangan industri kreatif lainnya seperti fashion, arts, kosmetik dan servisifikasi.
“Harus ada kombinasi antara industrialisasi dengan pengembangan industri kreatif. Kalau kita lihat negara-negara yang keluar dari middle income trap, mereka selalu punya kombinasi itu,” jelasnya,
Kedua, dia menyebut pertumbuhan ekonomi secara tahunan Indonesia harus dapat mencapai 7- 8% secara year on year (yoy), atau produktivitasnya meningkat hingga tiga kali lipat.
“Kita harus mampu bertumbuh 7- 8% (yoy), atau produktivitas kita harus tiga kali lipat dari sekarang, baru kita bisa keluar dari middle income trap. Hanya itu, tidak bisa kita berbisnis as usual, kita harus bekerja lebih keras dan anak muda kunci di situ,” bebernya.
Ketiga, peningkatan kualitas SDM, reformasi sektor pendidikan yang lebih egaliter, tidak fokus pada pemenuhan pendidikan dasar melainkan sistem pendidikan yang production oriented, serta perbaikan sistem kesehatan.
Kemudian, keempat, program keluarga berencana sebagai upaya pengendalian jumlah penduduk untuk mengurangi mortalirty rate serta perbaikan struktur usia penduduk.
“Kesempatan kita tidak banyak, sampai 2035, kalau lewat dari itu akan sulit sekali. Itu yang dialami oleh Brazil dan Thailand, yang mungkin tidak akan keluar dari middle income trap,” pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)