Liabilitas per akhir September 2022 tercatat sebanyak Rp 1,41 triliun, turun dibandingkan 31 Desember 2021 di Rp1,45 triliun. Sedangkan ekuitas BIRD mencapai Rp5,26 triliun per 30 September tahun ini, meningkat dari 31 Desember 2021 Rp5,14 triliun.
Sementara itu, pada perdagangan Jumat (28/10/2022), saham BIRD ditutup melesat 8,36% ke Rp1.490. BIRD diperdagangkan sebanyak 8,67 juta saham, dengan frekuensi 2.868 kali, dan nilai transaksi Rp12,57 miliar. Perseroan tahun ini, menargetkan belanja modal sebesar Rp1,2 triliun.
Dengan belanja armada baru sudah mencapai Rp300 miliar, BIRD bakal lanjut membeli hingga 4.000 armada sampai akhir tahun ini.
Wakil Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono pernah bilang, realisasi belanja armada baru sudah mencapai 800 unit kendaraan dengan nilai belanja mencapai Rp300 miliar.
"Jadi kita akan berjalan terus disesuaikan dengan delivery dari suplier kami. Makanya saya targetkan, mudah-mudahan tidak ada penundaan, kami bisa mempercepat pemenuhannya sampai akhir tahun 2022 sebanyak 5.000 unit. Kalaupun tidak, rasanya 4.000 unit masih dapat dikejar untuk dapat dicapai," jelasnya.
Selain belanja armada, BIRD juga bakal melakukan revitalisasi aset pool taksi di sejumlah tempat seiring kedatangan armada baru.
Revitalisasi tersebut juga terkait penambahan lini pendapatan baru dari usaha penyewaan pool sebagai pergudangan bagi jasa kurir.
Belanja armada dengan target 5.000 unit tersebut sudah mengkombinasikan komposisi antara divisi taksi reguler yang paling besar dan divisi lainnya. Belanja armada juga disesuaikan dengan kondisi ke depan.
(Zuhirna Wulan Dilla)