Indonesia Bisa Jadi Episentrum Pertumbuhan di Tengah Ancaman Resesi Global 2023

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 04 November 2022 07:55 WIB
Ilustrasi resesi. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Indonesia bisa jadi episentrum pertumbuhan di tengah ancaman resesi global 2023 dan lesunya investasi perusahaan teknologi digital. Prediksi resesi di tahun depan dinilai tidak akan membuat Indonesia dan kawasan Asean kehilangan momentum pertumbuhan.

Sebab, kondisi tremor itu merupakan konsekuensi wajar dari situasi global hari ini, tetapi katalis pertumbuhan masih cukup banyak untuk Indonesia dan Asean.

"Saat ini bubble startup sebagai fenomena wajar agar aliran investasi seiring sejalan dengan pengembangan pasar secara riil," kata Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (4/11/2022).

 BACA JUGA:Ancaman Resesi 2023, Apa Strategi Bank Digital?

John menambahkan fenomena ini akan menguji sekian banyak perusahaan teknologi digital yang relevan bagi pasar, serta memvalidasi valuasi. Hal tersebut akan memberikan imbas positif bagi berbagai inovasi dan solusi bagi masyarakat menyongsong era digital lebih lanjut ke depan.

Di sisi lain, dengan ancaman resesi, dia menilai kondisi Indonesia dan kawasan Asean masih memiliki kekuatan guna meredam dampak terburuknya. Sewaktu perdagangan internasioal lesu akibat kontraksi perekonomian yang terjadi di negara-negara besar, Indonesia dan negara kawasan Asean masih bisa mengandalkan pasar domestik maupun regional.

“Persoalan utama memang masih menghantui, seperti terganggunya rantai pasok global, berimbas kepada aliran bahan baku maupun sektor energi. Namun dari perkiraan berbagai lembaga global, Indonesia dan kawasan Asean masih jauh lebih baik,” katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya