JAKARTA – Laba PT Siloam International Hospitals Tbk mengalami penurunan menjadi Rp457 miliar. Laba turun 17,21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp552 miliar.
Presiden Direktur Siloam Darjoto Setyawan mengatakan, Siloam melanjutkan pertumbuhan base-case-nya dan berhasil meraih pencapaian finansial dan operasional terbaik sejak kuartal IV-2021.
Pada periode Juli-September 2022, laba bersih emiten berkode saham SILO itu mencapai Rp244 miliar, tumbuh 2,4% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,”Saya sangat optimistis akan potensi Siloam untuk sisa tahun ini dan seterusnya. Kami akan terus berinvestasi pada kemampuan medis, kualitas pelayanan dan keunggulan operasional kami untuk melayani lebih banyak pasien, meraih kinerja yang lebih tinggi dan pada akhirnya meningkatkan nilai pemegang saham," ujar Darjoto.
Perseroan mencatat jumlah inpatient days hingga kuartal III-2022 meningkat 8,3% menjadi 587.617 hari dibandingkan dengan 542.772 hari pada periode yang sama tahun lalu. Per September 2022, Siloam telah melayani lebih dari 2,2 juta pasien rawat jalan, meningkat 32,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Marjin EBITDA hingga September 2022 tercatat sebesar 25,9% atau lebih rendah 30 basis poin dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 26,2%. Siloam juga mempertahankan arus kas operasional yang kuat di Rp1,08 triliun dengan posisi kas bersih di Rp1,2 triliun.