Personel Alih Daya Bakal IPO, Incar Dana Segar Rp108 Miliar

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Kamis 17 November 2022 11:56 WIB
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - PT Personel Alih Daya Tbk dikabarkan akan melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan menerbitkan Sebanyak-banyaknya 900 juta saham baru bernominal Rp20 per lembar.

Dikutip Harian Neraca, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat modal guna mendanai pengembangan bisnisnya.

Adapun jumlah saham ditawarkan setara dengan 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Untuk itu perseroan melakukan penawaran awal dengan kisaran Harga Penawaran sebesar Rp100 sampai dengan Rp120 mulai tanggal 16-22 November 2022.

 BACA JUGA:IPO, Multi Medika Internasional Bidik Dana Rp126 Miliar

Sehingga berpotensi meraup dana Rp90 -Rp108 miliar.

Kemudian, proses IPO berlanjut, jika OJK menerbitkan pernyatatan efektif IPO pada tanggal 29 November 2022.

Jika sesuai jadwal, berasama penjamin pelaksana emisi efek,UOB Kay Hian Sekuritas melakukan penawaran umum pada tanggal 1-6 November 2022.

Rencananya,63,2% dari dana IPO akan digunakan untuk keperluan modal kerja seperti pembiayaan kegiatan operasional serta pembayaran rutin gaji dan tunjangan karyawan alih daya.

Selebihnya, 11,33% atau Rp9,714 miliar akan dialokasikan pada lini bisnis jasa teknikal yang digunakan untuk keperluan pembelian alat bantu teknikal yaitu komputer, genset, site master, thermal logger, grounding tester, pipe binders dan lain-lain.

Lalu, 6,08% atau kurang lebih sebesar Rp5,2 miliar akan dialokasikan untuk pengembangan IT guna untuk mendukung seluruh lini bisnis jasa , seperti server, pengembangan aplikasi HRIS, aplikasi rekrutmen dan on demand services.

Tercatat sekitar 7,32% atau Rp6.279 miliar akan dialokasikan pada lini bisnis jasa perkantoran sepertipembelian peralatan yaitu vacuum cleaner, hydro cleaner, karpet extractor, mesin potong rumput, alat fogging, mesin disinfectant, agro fogger, jenilift dan lain-lain. Sisanya, 5,98% atau Rp5,133 miliar akan dialokasikan pada lini bisnis customer care center yang dalam hal ini digunakan untuk pembelian infrastruktur call center yang diletakkan di kantor Perseroan, yaitu komputer, headset, UPS, server, cubical dan-lain-lain.

Sementara 3,83% atau kurang lebih sebesar Rp3,287 miliar akan dialokasikan pada lini bisnis pelatihan yang berlokasi di kantor Perseroan yang dalam hal ini digunakan untuk modernisasi ruang pelatihan seperti ruang pelatihan/ruang pamer jasa-jasa Perseroan dan kelengkapan alat-alat pendukung pelatikan seperti proyektor, sound system, televisi, layar dan lain-lain.

Terakhir, untuk 2,2% atau Rp1,885 miliar akan dialokasikan untuk pembaharuan IT untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan, seperti server, pengembangan ERP keuangan, CCTV, AC, dan software.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya