Menurut Tomy, naiknya harga komoditas ini wajar saat masuk akhir tahun.
Selain musiman karena tingginya permintaan, namun juga faktor cuaca sehingga itu dapat mempengaruhi proses produksi peternak.
"Kendala pasokan sih enggak ada. Hanya saja naiknya harga ini karena ada faktor cuaca juga. Di Jawa (sentral produksi) kalau musim hujan itu produksinya menurun. Pasti itu," ungkapnya.
Tomy menerangkan untuk saat ini resapan telur di pasar belum terlalu banyak.
Mengingat, masih jauh dari hari Natal dan Tahun Baru.
Sementara terkait harga, dia memproyeksikan terus melambung hingga hari raya tiba.
"Sekarang-sekarang ini masih stabil. Nanti paling pas hari H-nya," tuturnya.
"Kalau harga, melihat resapan pasar sekarang ini, saya prediksi jelang natal naik sampe tanggal 25. Nanti setelah natal harganya malah turun," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)