JAKARTA - Masyarakat yang tinggal di Jawa dan Kalimantan Selatan pasti sudah tidak asing lagi mendengar nama restoran Rocket Chicken.
Rocket Chicken merupakan sebuah rumah makan siap saji asal Indonesia dengan menu utama ayam goreng. Adapun, pemilik restoran ini ternyata dulunya pernah bekerja sebagai Office Boy (OB).
Pria itu bernama Nurul Atik, lahir di Jepara pada tanggal 25 Juni 1966. Awal membangun Rocket Chicken dirinya mengaku harus melewati banyak sekali rintangan.
”Wah jadi OB aja susahnya minta ampun, ngelamar sana ngelamar sini nggak diterima-terima, jadi sales elektronik door to door, dapet client dibilangnya tidak di acc, taunya diambil dia (supervisor),” kenang Nurul, dalam YouTube Coach Yudi Candra, Kamis (29/12/2022).
Banyak hinaan yang dia dapatkan, sewaktu masih bekerja sebagai OB. Diketahui dia bekerja menjadi OB selama 1 setengah tahun.
”Jadi pada saat itu depannya (tempat saya kerja) itu ada kampus, dia keluar masuk enggak makan di restoran. Kerja kan pakai topi, ini diambil, diginiin 'mas panas ya kok pakai topi?' Ini anak-anak kuliah kok kayak gini. Terus saya bilang gini 'Apasih saya kan nggak ganggu Anda, kok Anda gitu?' mereka lima orang, ’ini uniform saya mas, kerja harus dipakai’ gitu saya bilang," ungkap Nurul.
Setelah itu Nurul bekerja sebagai karyawan California Fried Chicken (CFC) dengan gaji sebesar Rp35.000 per bulan.
“Kebetulan ada restauran namanya California Fried Chicken, di Jawa tengah baru buka di Solo sama Semarang. Di semarang itulah saya diterima dengan gaji Rp35.000 sebulan. Itu sekitar tahun 89an,” katanya.
Nurul hidup bersama 8 kakaknya. Ayahnya berprofesi sebagai petani dan tukang bangunan. Sementara sang ibu adalah seorang ibu rumah tangga.
Meskipun Nurul merupakan anak bungsu, dia yang merantau paling jauh dari keluarganya demi mencari pendidikan SMA yang bagus kala itu.
Kini, Rocket Chicken kurang lebih sudah memiliki 1000 cabang dengan 9000 lebih karyawan. Kira-kira Nurul bisa membangun 100 cabang per tahun. Untuk omzet, Nurul mengaku besarnya dapat mencapai Rp1 triliun per tahun.
“Kalau tahunan ya Rp1 triliun lebih, tapi itu omzet ya. Karena omzet kan belum tentu profit," ucap Nurul.
Baca selengkapnya: Dulu Sering Dihina, Ini Kisah Mantan OB Jadi Triliuner Berkat Jualan Ayam
(Taufik Fajar)