"Yang untung banyak Singapura, kita sedikit," imbuhnya.
Oleh sebab itu, dia mengambil jalan tempuh agar perdagangan antara Indonesia dengan Arab Saudi mudah, yakni dengan memangkas aturan yang berbelit-belit tersebut. Satu diantaranya manghapus tarif-tarif yang tidak penting.
Menurutnya, dengan menerapkan cara tersebut dapat meningkatkan perdagangan Indonesia.
Terbukti tidak hanya ke Arab Saudi namun ke perdagangan ke negara lain seperti Malaysia, Tiongkok, dan Filipina tercatat meningkat.
"Kita sudah selesaikan ASEAN, makanya perdagangan kita dengan Malaysia tinggi hampir USD10 miliar, di Filipina surplusnya USD11 miliar. Itu karena aturan-aturannya dipangkas dengan perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA)," terangnya.
Sebagai informasi, Januari lalu pelaku usaha Indonesia dengan lima pelaku usaha Arab Saudi menjalin penandatangan kerja sama dengan nilai kontrak lebih dari USD155,7 juta atau sekitar Rp2,3 triliun. Penandatanganan terdiri atas kontrak dagang, perjanjian kerja sama, dan nota kesepahaman (MoU).
Adapun komoditas yang diekspor ke Arab Saudi berupa bahan pangan, RBD palm olein, minyak goreng, produk ikan dan olahannya, daging, sayuran dan olahannya, buah-buahan, kakao, beras, rempah-rempah, mi telur, dan arang.
(Zuhirna Wulan Dilla)