"Kami meminta keberadaan smelter ini nantinya tidak hanya mampu mendongkrak produksi industri bernilai tambah secara nasional, namun juga membawa manfaat ekonomi yang dapat dinikmati secara langsung oleh masyarakat dan wilayah seputar proyek sehingga pelibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam kegiatan operasional perlu menjadi perhatian bersama. Kami juga mendorong pemerintah daerah meningkatkan kapasitas SDM lokal sehingga kebutuhan tenaga kerja proyek smelter dapat dipenuhi oleh tenaga kerja dari wilayah sekitar proyek," jelasnya.
Pemerintah secara tegas menjadikan program hilirisasi sebagai salah satu program unggulan dan prioritas demi meningkatkan nilai tambah komoditas yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Selain program hilirisasi juga ditujukan untuk mengurangi ekspor bahan mentah dan membangun berbagai ekosistem industri logam, mineral, dan mendorong pengembangan lanjutan dari industri otomotif seperti kendaraan listrik.
“Semangat hilirisasi ini haruslah disambut semua pemangkukepentingan baik BUMN dan swasta. Dengan demikian, setelah diolah menjadi katoda, hasil tambang tembaga ini dapat dimanfaatkan di dalam negeri. Apalagi, kendaraan listrik dan baterainya, yang sedang dikembangkan pemerintah, memerlukan banyak tembaga,” ujar Kokok.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)