JAKARTA - PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) meraup laba bersih Rp252,4 miliar di 2022. Realisasi laba CSRA turun 2,8% yoy jika dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp259,65 miliar.
Kondisi ini terjadi saat pendapatan CSRA naik 8,3% yoy menjadi Rp970,57 miliar, dari 2021 senilai Rp895,87 miliar.
Peningkatan pendapatan dipicu kenaikan harga jual rata-rata CPO, TBS, dan PK yang meningkat masing-masing sebesar 5,6%, 9,4%, dan 6,8% secara tahunan.
Volume produksi tandan buah segar (TBS) perseroan juga meningkat 7,3% yoy dan yield produksi TBS mencapai 21,2 ton/ha, dikutip dari keterbukaan informasi, Kamis (30/3/2023).
Beban pokok pendapatan CSRA naik 2,7% yoy menjadi Rp398,8 miliar, ditambah peningkatan beban usaha 474,2% senilai Rp175,5 miliar.
Dari sisi neraca, total aset CSRA tumbuh 4,7% menjadi Rp1,83 triliun. Jumlah utang (liabilitas) berkurang 10,3% menjadi Rp872,14 miliar, sedangkan modal (ekuitas) naik 23,3% sebesar Rp963,11 miliar.
CSRA memegang jumlah kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp263,73 miliar, lebih rendah dari posisi akhir 2021 senilai Rp365,5 miliar.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)