Diketahui FILM juga memperoleh pendapatan dari sewa bangunan senilai Rp26,84 miliar, ditambah rental alat shooting Rp15,70 miliar.
Beban pokok FILM bertambah 17,26% yoy pada 2022 mencapai Rp129,88 miliar, yang mayoritas adalah peningkatan amortisasi aset film, hingga ongkos sewa alat, dan operasional gedung.
Biaya promosi juga meningkat dari semula Rp4,06 miliar, menjadi Rp21,37 miliar. Gaji dan tunjangan karyawan menggemuk senilai Rp22,81 miliar, dari Rp17,81 miliar.
Neraca FILM pada akhir tahun menunjukkan kenaikan aset 23,34% yoy menjadi Rp1,61 triliun.
Adapun utang (liabilitas) membengkak 48,75% yoy karena ada kenaikan tunggakan utang pajak yang disebabkan perhitungan utang pajak kini per 31 Desember 2022.
Modal perseroan meningkat 22,30% yoy menjadi Rp1,53 triliun. Adapun kas dan setara kas menggelembung 387,97% menjadi Rp405,03 miliar, akibat peningkatan penjualan, dan tambahan dari penjualan saham treasury.
(Zuhirna Wulan Dilla)