Hasil penjualannya akan digunakan sebagian besar untuk refinancing karena perseroan masih memiliki beberapa bank yang memberikan pembiayaan tetapi memiliki tarif tinggi. Dengan diversifikasi pembiayaan ini akan semakin menekan cost of fund.
Tahun lalu, perseroan membukukan penjualan dan pendapatan jasa sebesar Rp6,25 triliun. Angka ini naik 16,17% dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp5,38 triliun. Pendapatan ini mayoritas ditopang oleh penjualan pasar lokal sebesar Rp6 triliun dengan mayoritas penjualan jenis pipa spiral sebesar Rp1,17 triliun dan pipa hitam senilai Rp1,10 triliun.
Kemudian laba periode berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk ISSP turun menjadi Rp305,86 miliar pada 2022 dari laba tahun sebelumnya yang terpantau sebesar Rp486,06 miliar. Angka ini tergerus 37,07% secara tahunan.
(Taufik Fajar)