JAKARTA - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencetak laba bersih yang mengalami koreksi 60% dari Rp389 miliar pada tahun lalu menjadi Rp155 miliar di kuartal I 2023.
Dikutip Harian Neraca, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp224 miliar. Jumlah itu turun 177% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya di posisi Rp620,6 miliar.
BACA JUGA:
Segmen industri menjadi kontributor utama pendapatan usaha perseroan dengan sumbangan sebesar Rp170 miliar atau sekitar 75,8% dari total pendapatan usaha perseroan.
Disebutkan, segmen komersial menyumbang sebesar Rp44 miliar atau sebesar 19,5% dari total pendapatan usaha perseroan.
“Pendapatan usaha Perseroan dari segmen industri terutama berasal dari penjualan lahan industri kepada pelanggan dari sektor data center,” ujar Tondy Suwanto, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Perseroan, Kamis (4/5/2023).
BACA JUGA:
Sementara itu, DMAS membukukan penghasilan lain-lain di kuartal pertama tahun 2023 sebesar Rp47 miliar, tumbuh sebesar 285% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2022 sebesar Rp12 miliar.
Adapun enaikan penghasilan lain-lain ini terutama disebabkan oleh meningkatnya keuntungan kegiatan pengelolaan dan lain-lain (bersih) menjadi Rp47 miliar di kuartal pertama tahun 2023 dari Rp21 miliar di kuartal I 2022.
Dari sisi fundamental, jumlah aset perseroan per 31 Maret 2023 tercatat Rp6,84 triliun, meningkat Rp215 miliar atau 3,3% dibandingkan dengan aset perseroan per 31 Desember 2022 sebesar Rp6,62 triliun.
Peningkatan jumlah aset terutama disebabkan oleh peningkatan persediaan, baik lancar maupun tidak lancar, sebesar Rp98 miliar, dan peningkatan kas dan setara kas sebesar Rp75 miliar.
Kemudian untuk jumlah liabilitas perseroan per 31 Maret 2023 tercatat Rp959 miliar, lebih tinggi Rp60 miliar atau sekitar 6,7persen dibandingkan jumlah liabilitas Perseroan per 31 Desember 2022 yang sebesar Rp899 miliar.
“Dengan posisi kas bersih yang sehat, Perseroan terus berupaya untuk melakukan pengembangan Kota Deltamas untuk mewujudkan Kota Deltamas sebagai kawasan terpadu modern di timur Jakarta dengan memadukan kawasan industri, hunian, dan komersial,” kata Tondy.
(Zuhirna Wulan Dilla)