Sedangkan KLAS menawarkan sebanyak-banyaknya 540 juta saham baru dengan nominal Rp40 per saham saham. Nilai tersebut setara dengan 24,94% dari modal ditempatkan dan disetor telah IPO.
Seluruh hasil bersih IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan digunakan untuk sejumlah keperluan. Pertama, sekitar 66,60% akan digunakan untuk pembelian empat set kapal tunda dan tongkang.
Sekitar 14,65% akan digunakan untuk penyetoran modal kepada anak usaha, yakni PT Karya Cipta Lahanindo (KCL) yang bergerak di bidang penggalian kuarsa atau pasir kuarsa yang sampai saat ini belum beroperasi.
Terakhir, sekitar 18,75% dana IPO digunakan untuk modal kerja KLAS, misalnya biaya perawatan kapal, biaya bahan bakar, suku cadang dan biaya sandar.
(Feby Novalius)