4 Cara Menghitung Keuntungan Saham

Hana Wahyuti, Jurnalis
Minggu 25 Juni 2023 06:03 WIB
4 Cara Menghitung Investasi Saham. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA - Cara menghitung keuntungan saham. Di mana masih banyak investor pemula bingung.

Untuk mengetahui hal tersebut, tentunya Anda harus mempelajari dulu konsep capital gain dan dividen. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah memperkirakan keuntungan investasi saham.

Ketika berinvestasi saham, Anda wajib mengenal istilah capital gain dan dividen.

Keduanya merupakan jenis keuntungan yang didapatkan investor dari saham milik mereka.

Lantas, apa yang membedakan antara capital gain dan dividen? Untuk memahasinya simak pengertian dari masing-masing istilah ini.

Capital gain merupakan keuntungan yang akan didapatkan dari selisih antara harga jual saham dengan harga pada saat pembelian.

Keuntungan ini bisa didapatkan ketika Anda melakukan trading atau jual beli saham. Secara sederhana, konsepnya sama seperti menjual barang fisik.

Jenis keuntungan saham lainnya adalah dividen. Berbeda dengan capital gain, Anda tidak perlu menjual saham terlebih dahulu untuk memperoleh hasil investasi.

Setiap tahunnya, perusahaan akan membagikan hasil keuntungan mereka atau bisa disebut sebagai dividen kepada para pemegang saham.

Mengutip dari berbagai sumber, Adapun keempat cara menghitung keuntungan saham tersebut:

1. Return on Investment

Return on Investment atau ROI adalah sebuah rasio perhitungan persentase keuntungan dari modal investasi yang telah dikeluarkan.

ROI biasa digunakan untuk mengetahui seberapa menguntungkan suatu investasi, baik itu properti, bisnis, ataupun saham.

Contohnya, Anda telah membeli saham suatu perusahaan pada beberapa waktu yang lalu dengan modal sebesar Rp50.000.000. Maka, nilai saham milikmu saat ini telah mencapai Rp55.000.000.

Artinya, ROI atau rasio keuntungan investasi saham Anda adalah (55.000.000-50.000.000)/50.000.000=0,10 atau 10%.

2. Arithmetic Mean Return

AMR atau Arithmetic Mean Return adalah rata-rata keuntungan saham yang dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan, lalu dibagi total periode investasi.

Contohnya, Anda telah berinvestasi pada perusahaan Z sejak tahun 2017 hingga 2022 dengan masing ROI per tahunnya adalah 10%,15%,5%,10%, dan 5%.

Dengan demikian, perhitungan AMR nya akan menjadi (0,10+0,15+0,10+0,05)/5 tahun=0,09 atau 9%.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya