Segmen wholesale juga berkontribusi dalam meningkatkan angka layanan transaksi di BRI. Pada kuartal I/2023 tercatat volume Trade Finance tumbuh 37,5 persen yoy menjadi Rp136,7 triliun, volume Bank Garansi tumbuh 51,8 persen yoy menjadi Rp24,1 triliun, dan volume transaksi Cash tumbuh 42,2 persen yoy menjadi Rp1.621,8 triliun.
Pertumbuhan tersebut antara lain didukung oleh diluncurkannya Platform Solusi Terintegrasi bagi nasabah-nasabah wholesale yaitu QLola by BRI.
“Dari peningkatan wholesale transaction banking, hingga kuartal I 2023 tercatat pertumbuhan CASA wholesale sebesar 54 persen yoy menjadi Rp220,07 triliun dan pertumbuhan fee-based income wholesale sebesar 64 persen yoy menjadi Rp643,7 miliar,” ujarnya.
Secara terpisah, ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abdul Manap Pulungan mengatakan kredit korporasi akan memberikan efek domino lebih besar terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia.
“Namun di tengah ketidakpastian global, perlu ada inovasi dalam hal pencarian segmen kredit,” ungkapnya.
(Fitria Dwi Astuti )