Pada kuartal III-2022, Roslan yang menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat kala itu sempat mendampingi Menko Investasi dan Maritim Luhut Binsar Pandjaitan dan Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Patria Sjahrir saat mengunjungi New York Stock Exchange (NYSE) pada akhir September 2022.
Dalam akun Instagramnya (6/8/2022), Rosan sempat menyebut soal keberlanjutan kolaborasi antar-kedua bursa tersebut untuk dapat memfasilitasi perusahaan melantai (listing) atau dual-listing di NYSE dan BEI.
Rosan juga menyinggung soal pertumbuhan pasar modal Indonesia yang positif di tengah terpaaan sentimen global. Baginya, pasar modal RI menjadi peluang bagi investor asing untuk menanamkan modalnya baik di BEI ataupun melalui dana kekayaan abadi atau sovereign wealth fund (SWF), yakni Indonesia Investment Authority (INA).
"Semoga ke depan semakin banyak perusahaan Indonesia ekspansi ke pasar global dan mencatatkan saham perdana di BEI dan di NYSE," kata Rosan.
Sejumlah survei sebelumnya menilai kebijakan Presiden Jokowi sudah pro-pasar. Indikatornya adalah semakin banyak perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (IPO) di bursa, sekaligus kepercayaan investor asing di RI, terbukti dari aliran masuknya investasi asing di RI yang mencapai puluhan triliun.
Secara umum Roger menilai exposure reshuffle kabinet belum memberikan dampak yang signifikan terhadap market, dalam hal ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
(Taufik Fajar)