MALANG – Emak-emak di Kecamatan Blimbing, Kota Malang happy mendapat bantuan sosial (bansos) pangan. Ratusan masyarakat Kota Malang menerima bantuan pangan program pengentasan stunting dari pemerintah pusat.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pos Indonesia bekerja sama dengan ID Food. Penyerahan bantuan menyasar bagi masyarakat Kecamatan Blimbing, Kota Malang, dilaksanakan sejak Jumat siang (28/7/2023) di Kantor Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Tercatat ada 265 bantuan dari berbagai kelurahan di Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang menerima bantuan pangan daging ayam dan telur.
Masyarakat penerima bantuan yang sudah terdata dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) cukup membawa dokumen kartu keluarga (KK) dan KTP asli. Mereka kemudian didata oleh petugas dari PT Pos Indonesia di kantor kecamatan. Tampak para warga penerima bantuan, yang mayoritas didominasi emak-emak antre satu per satu dengan tertib.
Mereka dicek dan diverifikasi terlebih dahulu oleh petugas. Selanjutnya warga penerima bantuan menuju meja petugas yang memberikan bantuan pangan. Di sini warga dicek KTP menggunakan aplikasi dan difoto sebagai bagian dari verifikasi data.
Petugas tampak mengambil gambar penerima bantuan dan KTP satu per satu. Setelah itu mereka langsung diberikan bantuan dari pemerintah pusat yang didistribusikan oleh dua BUMN Pos Indonesia dan ID Food.
Lasmini, warga penerima bantuan mengaku senang dengan bantuan daging ayam dan telur yang diterima. Pasalnya bantuan ini menjadi tambahan suplai bagi anaknya yang masih berusia 3 tahun.
"Ini bantuan program stunting untuk anak saya. Alhamdulillah bersyukur senang dapat bantuan telur dan ayam, untuk tambahan gizi," ucap Lasmini, ditemui MPI usai pembagian bantuan di Kantor Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Perempuan warga Kelurahan Arjosari ini menyatakan, bantuan pangan ini menjadi yang kedua diterimanya usai bantuan pertama diterimanya beberapa bulan yang lalu. "Ini yang kedua, sebelumnya sudah lama. Alhamdulillah terima kasih pemerintah bantuannya," ucap perempuan berusia 35 tahun ini.
Sedangkan Ayu Candra, penerima bantuan lain juga mengungkapkan, rasa syukurnya atas bantuan pangan untuk pencegahan stunting bagi anak. Menurutnya, pemberian daging ayam dan telur ini cukup membantu dirinya sebagai ibu rumah tangga.
"Bantuan dari pemerintah ini sangat membantu, ini dapat telur sama ayam. Infonya bantuan yang diberikan anak yang kurang-kurang gizi itu dapat bantuan gini," ungkap perempuan berusi 37 tahun ini.
Ayu menuturkan, bantuan ini cukup berarti baginya apalagi ia yang sempat mengajukan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) tidak diterima. Makanya dengan bantuan pangan program stunting oleh BKKBN ini begitu disyukuri, apalagi dengan persyaratan yang cukup mudah.
"Alhamdulillah dapat dua kali. Syaratnya juga nggak sulit, mudah ngurusnya, sekarang cepat ngurusnya, syaratnya bawa KTP sama KK asli saja. Ini bantuan kedua, yang pertama Mei kemarin, nanti ketiga infonya juga ada," tukasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)