JAKARTA – CEO BP (BP.L) Bernard Looney mengundurkan diri karena skandal hubungan gelap. Bernard gagal menjelaskan hubungan pribadi masa lalu dengan rekan-rekannya. Dia mengundurkan diri ketika perusahaan minyak tersebut sedang berada di posisi puncak.
Melansir Reuters di Jakarta, Rabu (13/9/2023), perusahaan tersebut mengatakan bahwa Chief Financial Officer Murray Auchincloss akan bertindak sebagai CEO untuk sementara waktu.
Bernard Looney, pria berusia 53 tahun ini, menjadi CEO pada Februari 2020 dengan janji untuk menciptakan kembali perusahaan berusia 114 tahun ini, menyusun rencana ambisius bagi raksasa energi Inggris ini untuk mencapai nol emisi bersih pada tahun 2050, dan menginvestasikan miliaran dolar untuk energi terbarukan dan rendah karbon.
Pengunduran dirinya yang mengejutkan ini terjadi setelah tuduhan hubungan pribadi dengan rekan-rekannya di perusahaan muncul baru-baru ini, yang mendorong perusahaan untuk melakukan penyelidikan.
Hal ini menyusul tuduhan serupa yang diselidiki oleh dewan pada Mei 2022. Selama tinjauan itu, Bernard Looney mengungkapkan sejumlah hubungan historis dengan kolega sebelum menjadi CEO.
Tidak ada pelanggaran kode etik perusahaan yang ditemukan pada saat itu dan dia memberikan jaminan kepada dewan, mengenai pengungkapan hubungan pribadi di masa lalu, serta perilakunya di masa depan.
Bernard Looney memberi tahu dewan BP pada hari Selasa lalu, bahwa dia tidak mengungkapkan seluruh rincian hubungan yang dimilikinya dengan rekan kerja. Hal tersebut mendorong pengunduran dirinya.
Saham BP di London berakhir naik 1% sebelum FT melaporkan pengunduran diri Looney. Setelag berita tersebut, sahamnya yang tercatat di New York turun 1,5% ke posisi terendah hari itu.