CEO BP Bernard Looney Mengundurkan Diri karena Skandal Hubungan Gelap

Kharisma Rizkika Rahmawati, Jurnalis
Rabu 13 September 2023 14:42 WIB
CEO BP mengundurkan diri (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA CEO BP (BP.L) Bernard Looney mengundurkan diri karena skandal hubungan gelap. Bernard gagal menjelaskan hubungan pribadi masa lalu dengan rekan-rekannya. Dia mengundurkan diri ketika perusahaan minyak tersebut sedang berada di posisi puncak.

Melansir Reuters di Jakarta, Rabu (13/9/2023), perusahaan tersebut mengatakan bahwa Chief Financial Officer Murray Auchincloss akan bertindak sebagai CEO untuk sementara waktu.

Bernard Looney, pria berusia 53 tahun ini, menjadi CEO pada Februari 2020 dengan janji untuk menciptakan kembali perusahaan berusia 114 tahun ini, menyusun rencana ambisius bagi raksasa energi Inggris ini untuk mencapai nol emisi bersih pada tahun 2050, dan menginvestasikan miliaran dolar untuk energi terbarukan dan rendah karbon.

Pengunduran dirinya yang mengejutkan ini terjadi setelah tuduhan hubungan pribadi dengan rekan-rekannya di perusahaan muncul baru-baru ini, yang mendorong perusahaan untuk melakukan penyelidikan.

Hal ini menyusul tuduhan serupa yang diselidiki oleh dewan pada Mei 2022. Selama tinjauan itu, Bernard Looney mengungkapkan sejumlah hubungan historis dengan kolega sebelum menjadi CEO.

Tidak ada pelanggaran kode etik perusahaan yang ditemukan pada saat itu dan dia memberikan jaminan kepada dewan, mengenai pengungkapan hubungan pribadi di masa lalu, serta perilakunya di masa depan.

Bernard Looney memberi tahu dewan BP pada hari Selasa lalu, bahwa dia tidak mengungkapkan seluruh rincian hubungan yang dimilikinya dengan rekan kerja. Hal tersebut mendorong pengunduran dirinya.

Saham BP di London berakhir naik 1% sebelum FT melaporkan pengunduran diri Looney. Setelag berita tersebut, sahamnya yang tercatat di New York turun 1,5% ke posisi terendah hari itu.

Sementara itu, Auchincloss 52, menjadi CFO pada Juli 2020 dan telah membantu Bernard Looney mengarahkan perusahaan melalui beberapa tahun paling penuh gejolak dalam sejarah modern. Mulai dari COVID-19 hingga keluarnya Rusia dengan cepat setelah invasi ke Ukraina tahun lalu, guncangan harga energi, dan krisis biaya hidup global.

Auchincloss, seorang warga negara Kanada, memulai karirnya sebagai analis keuangan di Amoco, sebelum BP mengakuisisi perusahaan tersebut pada tahun 1998. Sejak saat itu, dia telah memegang beberapa jabatan termasuk CFO untuk bisnis Gas Amerika Utara BP.

Awal tahun ini, BP mengurangi rencana untuk memangkas produksi hidrokarbon pada tahun 2030, menjadi 25% dari tingkat 2019 dari sebelumnya 40% - masih merupakan pengurangan produksi minyak dan gas yang paling radikal dalam dekade ini di antara perusahaan-perusahaan minyak besar.

BP telah berjuang untuk meyakinkan para investor bahwa mereka dapat merealisasikan keuntungan yang kompetitif dari bisnis non-hidrokarbonnya. Selama tiga tahun terakhir, saham BP berkinerja buruk dibandingkan dengan saingannya di Eropa, Shell (SHEL.L), dan juga perusahaan-perusahaan Amerika Serikat lainnya, seperti Chevron (CVX.N) dan Exxon Mobil (XOM.N).

Setelah meraup rekor laba sebesar USD28 miliar untuk tahun 2022, laba kuartal kedua BP merosot 70% dari tahun sebelumnya menjadi USD2,6 miliar, tetapi masih memungkinkan perusahaan minyak ini untuk meningkatkan dividen sebesar 10%.

Masih belum jelas apakah kepergian Bernard Looney akan menyebabkan perubahan strategi.

"Bergantung pada CEO yang baru, BP secara teoritis dapat membatalkan rencana transisinya lebih jauh," kata analis Morningstar dalam sebuah catatan.

"Tetapi jika dewan direksi menyukai arah saat ini, terlepas dari harga saham yang tertinggal, mereka mungkin akan membawa seseorang yang membuat BP tetap berada di jalur yang sama," jelasnya.

Paket gaji Bernard Looney pada tahun 2022 meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi sekitar USD12 juta karena keuntungan besar di tengah melonjaknya harga energi, sementara emisi BP tidak berubah dari tahun sebelumnya.

BP mengatakan kepada Bernard Looney, bahwa belum ada keputusan yang dibuat sehubungan dengan pembayaran remunerasi yang akan dilakukan. Sebagai informasi, Bernard Looney menggantikan Bob Dudley, yang telah memimpin BP setelah terjadinya tumpahan minyak di Deepwater Horizon pada tahun 2010.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya