Israel Masuk Daftar Negara Terburuk untuk Tempat Bekerja

Fadillah Rafli Anwari, Jurnalis
Selasa 17 Oktober 2023 21:02 WIB
Perang Israel-Hamas (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Israel masuk daftar negara terburuk untuk tempat bekerja. Israel baru-baru ini menduduki peringkat kelima dalam daftar negara terburuk di dunia untuk tempat bekerja.

Dikutip dari berbagai sumber Okezone pada Selasa, 17/10/2023), menurut laporan dari perusahaan asuransi internasional, William Russell. Hasil penilaian ini mengungkapkan bahwa pekerja di Israel menghadapi berbagai tantangan dalam lingkungan kerja mereka.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa rata-rata orang di Israel bekerja dengan jam kerja yang sangat tinggi, hampir mencapai 36,6 jam per minggu. Selain itu, pekerja di Israel hanya diberikan cuti tahunan minimal selama 12 hari, dengan perkiraan gaji sekitar USD42.089 per tahun.

Israel mendapatkan skor 3,62 dalam penilaian William Russell, yang memberikan peringkat berdasarkan skor dari nol hingga 10. Hasil ini menunjukkan bahwa kondisi kerja di Israel termasuk dalam kategori paling tidak menguntungkan, dengan peringkat lebih rendah dari beberapa negara lain.

Peringkat negara terburuk lainnya dalam daftar ini termasuk Meksiko, Amerika Serikat, Yunani, dan Korea Selatan. Meksiko menduduki peringkat tertinggi karena upah yang rendah, kurangnya cuti tahunan, hari libur nasional yang terbatas, serta jam kerja yang panjang dan pelanggaran hak pekerja yang sistematis.

Amerika Serikat menduduki peringkat kedua dalam daftar ini, dengan skor 2,37, karena kurangnya jaminan cuti hamil, liburan berbayar, dan cuti tahunan. Yunani berada di urutan ketiga dengan skor 2,89, yang dipengaruhi oleh gaji yang rendah, jam kerja yang panjang, dan kurangnya perlindungan hak-hak pekerja. Korea Selatan menempati posisi keempat dengan skor 3,23.

Sementara itu, Israel juga memiliki catatan rendah dalam Indeks Hak Buruh, dengan skor hanya 69.

Indeks Hak Buruh mengukur peraturan ketenagakerjaan yang mempengaruhi karyawan di seluruh dunia. Peringkat ini menunjukkan perlunya perbaikan dalam hal perlindungan hak-hak pekerja di Israel.

Situasi ini menyoroti tantangan yang dihadapi oleh pekerja di Israel, dan memunculkan pertanyaan tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk meningkatkan kondisi kerja dan perlindungan hak-hak pekerja di negara tersebut.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya