JAKARTA - Harga saham brand mewah mengalami penurunan pada beberapa waktu terakhir.
salah satunya harga saham Moet Hennessy Louis Vuitton (LVMH) mengalami penurunan hingga 20% dalam 6 bulan terakhir.
BACA JUGA:
Semenjak masa pandemi, para pemilik perusahaan-perusahaan mewah ini tidak dapat bergantung pada kelompok menengah atas karena prospek ekonomi mereka melemah.
Dalam hal ini juga, brand mewah yang biasanya memiliki keuntungan berlimpah juga juga mulai merasakan kesulitan pada tahun 2023.
BACA JUGA:
Hal itu karena kondisi keuangan yang semakin ketat dan konsumen tampaknya menarik kembali pembelian barang kelas atas.
Saat ini, saham LVMH jatuh ke level terendah pada perdagangan di Paris, Kamis, 19 Oktober 2023 merosot menjadi USD675 ribu setelah perusahaan tersebut melaporkan pertumbuhan pendapatan kuartalan yang lebih lemah dari perkiraan.
Untuk penjualan sendiri mengalami pertumbuhan 9% pada kuartal ini, turun dari kenaikan 17% yang dilaporkan pada tiga bulan sebelumnya.
BACA JUGA:
Saham raksasa barang mewah Eropa ini telah anjlok sekitar 20% selama enam bulan terakhir.
Adapum LVMH telah memimpin aksi jual yang menghapus nilai USD245 miliar dari tujuh perusahaan barang mewah terbesar di Eropa pada saat itu.
“Berita hari ini bahwa pertumbuhan pendapatan LVMH telah melambat secara dramatis kemungkinan besar menandai berakhirnya gelembung barang mewah global. LVMH adalah bisnis yang dikelola dengan sangat baik, dan para investor sudah terbiasa melihat LVMH membukukan kenaikan pendapatan dua digit yang kuat,” kata salah satu pendiri DataTrek, Nicholas Colas, mengatakan dalam sebuah catatan seperti yang dilansir dari yahoo.com, Senin (23/10/2023).
Contoh lainnya di Amerika Serikat, dua merek terkenal milik mereka yakni Tapestry dan Ralph Lauren ikut mengalami penurunan drastis pada tahun 2023.
Menurut perkiraan dari Bank of America, saham-saham mewah juga mengalami penurunan 17% secara keseluruhan.
Penurunan harga saham di beberapa brand mewah ini ternyata membuat pertumbuhan di beberapa bidang lainnya seperti teknologi, ritel, layanan Kesehatan, dsb.
Ketika saham-saham brand mewah ini mengalami penurunan, namun layanan kesehatan tetap berani untuk bermain defensive. Dapat dikatakan juga bidang tersebut dapat menjadi pilihan utama untuk para investor.
(Zuhirna Wulan Dilla)