Deputi Gubernur BI itu menambahkan, pada tahun 2024 nanti diperkirakan masih bertahan di 5,5%. Lalu, suku bunga The Fed pun diperkirakan mulai menurun sampai dengan kuartal II dan kuartal III mengikuti inflasi yang menurun.
“Sampai dengan kuartal II, kuartal III kami perkirakan suku bunga The Fed akan mulai turun dan terus akan mengalami penurunan seiring dengan penurunan inflasi di Amerika,” jelas Juda.
Juda kembali mengatakan, bahwa di tahun ini ekonomi global akan tumbuh 3,0% dan ada sedikit pelemahan di tahun depan. Hal ini dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi yang dialami China.
Tambahnya, pada kondisi domestik, konsumsi dan investasi sebenarnya masih kuat. Namun, memang kalau dilihat ekspor dengan harga komoditas ekspor yang turun ini akan mengalami pelemahan.
Meski begitu, dia optimis bahwa tahun ini dan tahun depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di kisaran angka 5%. Sehingga masih di dalam range yang ditetapkan, yakni sebesar 4,7% sampai 5,5%.
Kemudian, Juda mengungkapkan, bahwa inflasi sudah di bawah 2%, tepatnya 1,8%. Akan tetapi, kalau dilihat dari Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 2,8%.
“Yang menjadi PR kita adalah bagaimana tetap mengendalikan harga-harga pangan,” pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)