Krisis Global Menghantui, Investasi Cold Storage Jadi Solusi?

Nurul Amirah Nasution, Jurnalis
Kamis 28 Desember 2023 19:20 WIB
Investasi Cold Storage Jadi Solusi Investor untuk Jangka Panjang. (Foto: Freepik)
Share :

 

 

JAKARTA - Krisis global masih menghantui akibat belum pulihnya sebagian negara di dunia pasca pandemi Covid-19. Adapun investasi penyimpanan bertemperatur rendah (cold storage) menjadi solusi yang baik untuk dunia.

Investasi cold storage menawarkan investasi jangka panjang di Asia Pasifik karena memberikan potensi imbal hasil yang menarik dan stabil serta memiliki tingkat sewa lebih tinggi dibandingkan dengan kelas aset lainnya.

 BACA JUGA:

Selain itu, perjanjian sewa yang menarik, di mana sewa biasanya lebih tinggi daripada fasilitas logistik dan industri standar dan jangka waktu sewa lebih lama, akan menarik investor yang berpikiran maju.

Menurut laporan JLL, nilai investasi pada cold storage di Asia Pasifik akan melampaui USD2 miliar hingga 2030, naik dari USD948 juta setara Rp14,5 triliun pada 2021 karena investor mencoba mendiversifikasi portofolio mereka seiring dengan memanfaatkan permintaan end-user untuk fasilitas yang lebih khusus.

 BACA JUGA:

Sektor ini dapat memenuhi tuntutan konsumen terhadap efisiensi dan mengatasi gangguan global telah mengancam beberapa rantai pasokan yang kuat. Investasi teknologi menjadi pertimbangan semakin penting bagi para investor yang membidik fasilitas penyimpanan dingin.

Kemajuan dalam otomatisasi, robotika, dan efisiensi energi dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional fasilitas penyimpanan dingin dan membantu mengurangi biaya operator/penghuni seiring dengan peningkatan teknologi, menjadikannya lebih tangguh.

Senior Director, Supply Chain & Logistics Solutions, Asia Pasifik, JLL, Ben Horner mengatakan pada akhirnya akan lebih menguntungkan bagi investor dengan pengalaman khusus.

"Bahkan, investasi cold storage memerlukan pemanahan yang mendalam dan lebih komplek terkait lingkungan dengan suhu terkontrol, logistik, dan kepatuhan regulasi," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (28/12/2023).

Akibatnya, realitas operasional ini dapat berfungsi sebagai keunggulan kompetitif bagi investor yang memiliki pengetahuan tersebut, di sisi lain menciptakan penghalang bagi investor lainnya.

Namun investasi cold storage menurun pada 2021. Tapi JLL meyakini bahwa sejumlah faktor akan mendukung pemulihan investasi pada saat ini hingga tahun 2030.

Dia menyebut investor akan tertarik pada stabilitas yang lebih besar dari sektor ini dibandingkan dengan kelas aset lain.

“Investasi di cold storage telah menurun sejak tahun 2021 tetapi belum mencapai puncaknya. Sejumlah faktor, mulai dari perubahan struktural dalam pola konsumsi hingga pergeseran ke belanja online dan berbagai pengaruh makroekonomi, akan menopang pasar ini untuk pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan dari kelompok investor yang lebih terpilih," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya