JAKARTA - Krisis global masih menghantui akibat belum pulihnya sebagian negara di dunia pasca pandemi Covid-19. Adapun investasi penyimpanan bertemperatur rendah (cold storage) menjadi solusi yang baik untuk dunia.
Investasi cold storage menawarkan investasi jangka panjang di Asia Pasifik karena memberikan potensi imbal hasil yang menarik dan stabil serta memiliki tingkat sewa lebih tinggi dibandingkan dengan kelas aset lainnya.
BACA JUGA:
Selain itu, perjanjian sewa yang menarik, di mana sewa biasanya lebih tinggi daripada fasilitas logistik dan industri standar dan jangka waktu sewa lebih lama, akan menarik investor yang berpikiran maju.
Menurut laporan JLL, nilai investasi pada cold storage di Asia Pasifik akan melampaui USD2 miliar hingga 2030, naik dari USD948 juta setara Rp14,5 triliun pada 2021 karena investor mencoba mendiversifikasi portofolio mereka seiring dengan memanfaatkan permintaan end-user untuk fasilitas yang lebih khusus.
BACA JUGA:
Sektor ini dapat memenuhi tuntutan konsumen terhadap efisiensi dan mengatasi gangguan global telah mengancam beberapa rantai pasokan yang kuat. Investasi teknologi menjadi pertimbangan semakin penting bagi para investor yang membidik fasilitas penyimpanan dingin.
Kemajuan dalam otomatisasi, robotika, dan efisiensi energi dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi operasional fasilitas penyimpanan dingin dan membantu mengurangi biaya operator/penghuni seiring dengan peningkatan teknologi, menjadikannya lebih tangguh.