JAKARTA - Bantuan Langsung Tunai (BLT) tiba-tiba kembali dicairkan. Hal ini menarik perhatian karena dilaksanakan ketika menjelang Pemilihan Umum (pemilu) 2024.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, bantuan sosial (bansos) sangat kental dengan nuansa politik dibandingkan urgensi menyelesaikan daya beli orang miskin.
"Bansos ini sangat kental nuansa politik dibandingkan urgensi menyelesaikan masalah daya beli orang miskin," kata Bhima kepada Okezone, Rabu, 30 Januari 2024.
Berikut Okezone merangkum 5 fakta bansos jelang pemilu, stop politisasi, Minggu (4/2/2024).
1. Pemberian Bansos Meningkat Ketika Jelang Pemilu
Bhima mengatakan pemberian bansos cenderung naik secara signifikan jelang pemilu. Seperti bansos BLT yang akan dicairkan Rp200.000 per bulan kepada 18,8 juta penduduk miskin.
Hal tersebut menimbulkan persepsi pemerintah menjadi sinterklas untuk mendukung salah satu calon.