7. APBN 2025 Bisa Defisit Hingga 2,8%
Airlangga menjelaskan bahwa dalam RAPBN 2025 diproyeksikan defisit APBN mencapai 2,4% - 2,8%. Namun demikian, menurutnya program makan siang gratis masih bisa dimasukkan di tengah proyeksi defisit APBN tersebut.
"Jadi terkait program kita lihat terkait defisit anggaran yang mencapai 2,4% - 2,8% itu untuk program yang menjadi quick win daripada Presiden terpilih nanti atau pemerintahan mendatang itu pos-pos nya sudah bisa masuk," papar Menko Airlangga.
Menko Airlangga menyebutkan saat ini Pemerintah juga sudah mengantongi data atau jumlah calon penerima program makan siang gratis, sehingga defisit APBN tersebut masih sudah masuk dalam perhitungan pemerintah.
8. Peringatan Bank Dunia
Bank Dunia memperingatkan bahwa program makan siang gratis harus dirancang dengan matang. Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Satu Kahkonen menilai anggaran Program Makan Siang Gratis perlu disiapkan secara matang
Menurutnya, pemerintah perlu terlebih dahulu menetapkan dengan pasti bentuk dan sasaran program tersebut, kemudian membandingkannya dengan sumber daya yang dimiliki saat ini.
"Tergantung program seperti apa yang akan dilaksanakan dan bentuknya apa. Semua rencananya harus benar-benar dipersiapkan dan biayanya juga dipersiapkan," kata Satu Kahkonen dikutip dari Antara
9. Bank Dunia Menunggu Rincian
Sebagai perwakilan Bank Dunia, hingga saat ini Satu Kahkonen masih menunggu rincian lebih lanjut Program Makan Siang Gratis dari pemerintah.
"Kami masih menantikan (rincian Program Makan Siang Gratis). Untuk Indonesia pada dasarnya berpegang pada pagu defisit fiskal yang telah ditetapkan sebesar 3% dari PDB, sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujar Satu.
10. Tahap Awal Dimulai 2025
Menurut Airlangga program ini direncanakan bisa dimulai pada tahun 2025 untuk tahap awalnya.
"Sesudah ini bisa dilaksanakan tahun depan (makan siang gratis) sesuai dengan tahapan-tahap yang tadi saya sampaikan. Tahun 2025 sudah bisa dimulai tahap awal," ucap Airlangga.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)