Bata juga menjual aset tanah dan bangunan senilai Rp63,4 miliar sebelum menutup pabrik di Purwakarta, Jawa Barat. Penjualan dilakukan untuk memberikan dana kas dan melunasi sebagian utang pada 7 Maret 2024.
Bata sendiri memiliki sejarah panjang dalam industri alas kaki Tanah Air. Sejak pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1931, Bata sukses menjadi salah satu sepatu favorit.
Banyak yang mengira Bata adalah produk dalam negeri. Padahal, produk alas kaki yang stau ini berasal dari Ceko, dengan pendirinya sebuah keluarga bernama Tomas, Anna, dan Antonin Bata.
(Taufik Fajar)