GGRP Rampungkan Penjualan Anak Usaha ke Jepang, Nilai Valuasi Rp7,29 Triliun

Saskia Adelina Ananda, Jurnalis
Kamis 06 Juni 2024 10:23 WIB
GGRP Rampungkan Penjualan Anak Usaha ke Jepang (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) dan perusahaan afiliasinya, PT Gunung Garuda (GRD) mengumumkan selesainya proses penjualan yang melibatkan 95% saham gabungan di anak perusahaannya, PT Nusantara Baja Profil (NBP) kepada anak perusahaan dari Hanwa Co. Ltd (Hanwa).

Anak perusahaan Hanwa Co. LTD tersebut yakni Yamato Kogyo Corporation (YKC), Siam Yamato Steel (SYS), dan Hanwa Indonesia (HWI).

Bersamaan dengan akuisisi tersebut, NBP juga mengubah nama dan identitasnya menjadi Garuda Yamato Steel (GYS). GYS merupakan perusahaan yang bergerak di bisnis baja struktural dengan kapasitas produksi baja 1 juta ton per tahun dan kapasitas rolling sebesar 900.000 ton per tahun.

Sebelum penjualan, GRP dan GRD masing-masing memegang 81,07% dan 18,93%. Setelah penjualan, GRP akan mempertahankan 5% saham, sementara YKC memegang 45%, SYS memegang 35%, dan HWI memegang 15% saham di GYS.

Investasi di GYS mewakili langkah strategis oleh YKC, SYS, dan HWI untuk memperluas bisnis mereka di Asia Tenggara. Transaksi yang memvaluasi nilai GYS sebesar USD450 juta atau setara Rp7,29 triliun, menegaskan potensi besar dan daya tarik pasar baja Indonesia.

"Penyesuaian strategi ini tidak hanya menciptakan nilai nyata bagi pemegang saham tetapi juga memperkuat posisi keuangan GRP, memberdayakan manajemen untuk fokus lebih lanjut pada peningkatan daya saing dan upaya keberlanjutan perusahaan," kata Direktur Keuangan GRP Roymond Wong dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (6/6/2024).

Sementara itu, Chairman Executive Committee GRP Kimin Tanoto mengatakan dengan telah diselesaikannya transaksi tersebut pihaknya akan fokus pada bisnis baja lembaran serta memiliki rencana menjadi produsen baja dengan emisi karbon terendah di wilayah tersebut.

"GRP akan mengembangkan standar baja rendah emisi di Indonesia yang akan menempatkan perusahaan dalam posisi yang berbeda dari pemain baja regional," katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya